Kesadaran & Gaya Belajar

21.22.32

 Portofolio Blok 2.2

Nasywa Amania Hidayat

G1A025045/Kelompok 4

1. Kesadaran & Gaya Belajar

a) Gaya belajar saya:
Gaya belajar saya adalah kombinasi visual, audio, dan kinestetik. Saya lebih mudah menyerap informasi jika disajikan melalui ilustrasi atau bagan. Selain itu, saya lebih mudah memahami informasi apabila disampaikan langsung melalui lisan dan saya juga mendengarkan secara langsung. Menyambungkan sebuah informasi dengan suatu hal yang terdekat dengan saya pun dapat membantu saya agar lebih paham dan ingat.

 

 

b) Pengaruh gaya belajar terhadap proses belajar:

     Kegiatan/metode belajar yang paling efektif:
Menurut saya, kegiatan belajar yang selama ini paling efektif pada diri saya adalah dengan melakukan active recall, jadi saya tidak hanya menerima informasi mentah-mentah dan langsung dimasukkan begitu saya ke dalam otak saya, namun harus saya kelola terlebih dahulu, yaitu dengan membuat pertanyaan-pertanyaan yang harus saya cari tau jawabannya dari pemikiran saya sendiri maupun dari berbagai sumber. Setelah itu, saya coba untuk seolah-olah atau sedang mengajarkan konsep tersebut pada teman menggunakan bahasa saya sendiri namun sedang saya biasakan juga untuk mulai menggunakan bahasa medis. Barulah untuk lebih memperkuat pemahaman dan ingatan, saya membuat latihan soal terutama untuk belajar CBT.

     Kondisi yang memudahkan pemahaman materi:
Saat proses memahami materi saya akan memilih ruangan yang tenang dan minim orang karena saya suka belajar sambil seolah-olah sedang mengajar. Jika di keramaian saya otomatis akan belajar dalam hati dan menurut saya kurang leluasa saja. Namun, apabila saya merasa sudah cukup paham dengan konsepnya, saya akan belajar bersama teman untuk tukar pandangan dan persepsi serta tanya jawab latihan soal.

     Situasi yang menimbulkan kesulitan:
Ketika harus belajar hanya dengan mendengarkan ceramah panjang tanpa visual, dalam kelompok diskusi yang terlalu ramai dan belajar bersama tanpa tujuan materi, serta jika materi/bacaan hanya berupa teks paragraf berwarna hitam, apalagi jika font yang digunakan kurang enak dipandang.

c) Contoh nyata dari pengalaman belajar sebelumnya:
Contoh:

  1. Saat mengerjakan logbook dan belajar sebelum PBL, saya paling menyukai topik fisiologi, saya selalu mencari textbook yang membuat saya mudah paham, seperti martini atau tortora. Martini banyak berisi gambar yang membuat saya semangat untuk membacanya. Namun, saya merasa materi lebih lengkap ada di guyton sehingga seringkali saya juga membaca guyton. Selain itu, saya suka mencari video di youtube dan besoknya menjelaskan isinya ke pada teman-teman. Saya juga membuat logbook dengan banyak gambar dan minim tulisan agar saat saya gunakan sebagai bahan menjelaskan saat pbl, saya tidak terlalu bingung karena saya lebih mudah memahami gambar.
  2. Saat belajar pre-test praktikum biokimia, saya seringkali sembari  membayangkan larutan apa yang dimasukkan dan proses biokiminya tergambar seperti apa, saya sangat senang dan harus membayangkan. Saya kurang pandai menghafal dan menurut saya menghafal kurang efektif bagi pemahaman, saya lebih bisa mempelajari sebuah alur yang memiliki sebab-akibat karena seringkali lebih masuk akal.
  3. Lalu, untuk belajar praktikum biokimia, di blok ini saya sedang mencoba dua metode baru, yaitu dengan menutupi bagian-bagian penting pada modul agar nantinya saya isi sendiri dan dengan menulis seluruh yang sudah saya pahami.
  4. Saat mengerjakan logbook PBL dan harus memahami terkait proses biokimia yang menurut saya rumit, saya akan mencari gambar mekanisme biokimia tersebut di google atau textbook. Setelah itu saya akan minta tolong AI untuk menjelaskan mekanisme tersebut agar saya paham dan tahu sebab akibatnya.
  5. Saya kurang bisa membuat rangkuman materi, namun selama lecture saya mencoret-coret PPT agar ter-highlight poin-poin pentingnya. Mungkin hal ini sebenarnya kurang efektif dan berdampak, namun setidaknya dapat membuat saya lebih nyaman saat membaca PPT dan saat hanya ingin membaca cepat, saya dapat langsung melihat hal-hal yang ter-highlight.
  6. Saat belajar pre-test praktikum histologi, karena modul hanya berupa tulisan, saya akan mecoret-coret dengan bolpoin merah dan membuat catatan ringkasan kecil dengan sticky note berwarna yang kemudian saya tempel pada modul. Hal ini memudahkan saya untuk membaca dan mencari informasi penting dengan cepat. Selain itu, saya selalu membuka textbook histologi favorit saya, yaitu dfiore. Gambarnya enak dipahami dan sesuai sama teori bentuk selnya.
  7. Bersama teman PBL lama, kami belajar materi blok 2.2 bersama dan hal ini sudah kami lakukan sejak blok 1.2. Menurut saya efektif karena menambah pemahaman satu sama lain dan jika ternyata pemahaman awal kita salah, nanti dapat ketahuan.
  8. PBL saya gunakan sebagai sarana penunjang pemahaman materi lecture. Oleh karena itu, saat PBL saya berusaha aktif mendengarkan dan merespon penjelasan dari teman-teman.

Dokumentasi untuk poin:

  1. Kumpulan textbook