Tim PJJ APTIKOM

Koordinasi di Kampus STMIK AMIKOM Yogyakarta

GOWES MERDEKA 2016

Soewoek Epic Endurance Cycle (SEEC)

OCWC Global 2013

APTIKOM Indonesia

Seminar Nasional

Prodi IF UNSOED dan UNNES

Technopreneurship SAMARINDA

Bersama Civitas Akademika STMIK WICIDA dan Masyarakat Samarinda

Technopreneurship STMIK MATARAM

Mengisi Seminar di Mataram

Launching ALISLAMTV

Menebar Kebaikan, Menjalin Silaturahim

Al Qur'an Metode Follow the Line

Anda ingin membutuhkan menulis Al Qur'an Hubungi Kami Yayasan Menulis Al Qur'an Yayasan Yasin Amal

Kamis, 19 Desember 2019

Workshop Konsep, Regulasi dan Implementasi Pendidikan Jarak Jauh

ENHAPRENEUR - Perkembangan Teknologi Informasi (TI) sudah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pada bidang pendidikan, dampak yang muncul adalah kegiatan belajar mengajar e-learning yang merupakan sistem pendidikan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Seiring dengan hal ini, Pembelajaran Daring (online learning) telah semakin banyak diterapkan dalam pembelajaran di Perguruan Tinggi. Salah satunya Universitas LIslam Negeri Sunan Kalijaga yang akan menerapkan konsep e-learning dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, wawasan tentang prinsip-prinsip pedagogik, metodologi dan ketrampilan mengajar dosen dalam rangka meningkatkan kualitas proses belajar dan hasil belajar mahasiswa. Terkait hal itu, Laboratorium Komputer Teknik Informatika UIN mengadakan  Workshop e-learning bertempat di Hotel Colombo Yogyakarta, Kamis (19/20/2019). Diikuti sebanyak 25 peserta dari berbagai fakultas, dengan narasumber Ashari dan Nurul Hidayat.
Untuk memastikan peningkatan pemahaman dan ketrampilan para Dosen dan Laboran, workshop pengelolaan kelas online ini disesuaikan dengan konteks pembelajaran di PT.
“Secara khusus, peserta dibekali kegiatan workshop dalam mengelola kelas online, membuat perencanaan pembuatan (blue-print) bank soal yang sesuai dengan kebutuhan dan bisa diimplementasikan di kelas online. Selain para Dosen, Laboran pun juga dibekali dengan cara menggunakan e-learning yang baik, dalam hal pengumpulan tugas, diskusi online, ujian online,serta penggunaan e-learning menggunakan LMS Schoology.” Tambah Nurul.
Hasil Diskusi dengan Pak Agus (UIN SUKA) Kegiatan workshop e-learning di tahun 2020 akan diadakan dengan Peserta mengundang perwakilan di seluruh Perguruan Tinggi Islam Indonesia.
Selain tujuan utama diatas,  lanjutnya, kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai bentuk dukungan dan kepedulian kepada pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM dalam rangka menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0.




 

Minggu, 17 November 2019

Seminar Nasional Soedirman Technopreneurship Revolusi Industri 4.0 Tema “Memulai Bisnis Start Up dari Kampus”


NgapakUY.com – Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika FT UNSOED menyelenggarakan Seminar Nasional Technopreneur sebagai program kerja Himatif UNSOED dengan tema “Soedirman Technopreneurship Revolusi Industri 4.0” pada Ahad, (17/11/2019), di Gedung Roedhiro. Seminar ini dimulai pukul 9.00 dan berakhir pada pukul 16.00.
Untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis teknologi pada mahasiswa, pemateri yang dihadirkan pada seminar nasional ini ialah Nurul Hidayat, Dwi Rizki, dan Anis Saadah.
Nurul Hidayat menjelaskan, “3 hal penting dalam berbisnis yaitu berinvestasi, bergaul dengan pengusaha, dan 9 dari 10 pintu rezeki itu adalah dari berniaga,”
Jika anda ingin membangun suatu bisnis startup, yang perlu anda lakukan adalah Partasipasi, Open Mind dan Action, gerak langsung, buat tim work. Jangan pikir MODAL yang harus disiapkan tapi IDE dan SOLUSI yang akan di Create apa ..? maka sebuah pengalaman berharga bisa di peroleh dalan perjalan bisnis anda. Karena netizen hanya melihat kesuksesan anda saja, tidak melihat kerja keras anda dalam meraih kesuksesan, 4 (empat) hal dalam revolusi industri 4.0 yang harus di pahami dan diimplementasikan yaitu Critical Thingking, Creativity, Communication and Collaboration Kata Nurul Hidayat.
Seminar nasional yang diapresiasi oleh lebih dari 50 peserta dari kalangan mahasiswa, maupun masyarakat sekitar. Seminar Technopreneurship tersebut dibuka oleh Nurul Hidayat selaku perwakilan dari Ketua Jurusan Informatika Unsoed.

Rabu, 06 November 2019

Bintek Pengembangan Konten SPADA Indonesia

Dalam rangka pengembangan pendidikan Jarak Jauh UNSOED dan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan selenggarakan Bimbingan Teknis (Bintek) pengembangan konten Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA). Hal ini guna penyusunan konten mata kuliah e-learning pendidikan jarak jauh. Bintek ini menghadirkan narasumber Uwes Anis Chaeruman (Kasubdit Pembelajaran Khusus), Nurul Hidayat (UNSOED), Hartoto (Universitas Negeri Makasar), Bambang Eka (BSI Solo), Anggoro Suryo Pramudyo (Unitirta) dan Agus Sumantri (Belmawa).
Bintek Pengembangan Konten SPADA diselenggarakan pada tanggal 29 s.d 30 Agustus 2019 di Gedung Auditorim Lt 1 dan diikuti oleh 250 Dosen dari PTN/PTS Se-Jawa Tengah dan DIY.
Kasubdit Pembelajaran Khusus Uwes Anis Chaeruman yang bertempat di Kantor Asean Korea Center, Kota Seoul, Korea dalam Video conference menyampaikan bahwa era Revolusi Industri 4.0 pada penerapan teknologi pendidikan di perguruan tinggi diharuskan seluruh mata kuliah untuk disiapkan secara Daring/online. Kemudian untuk klasterisasi universitas yang dimulai pada tahun 2019 komponen penilaiannya adalah sistem pembelajaran Daring. “Hal ini bertujuan untuk mendorong perguruan tinggi yang memiliki flat form e-learning managemen sistem untuk dapat terintegrasikan pada sistem SPADA Indonesia”, jelasnya.
Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Ir. Suprayogi, M.Sc., Ph.D yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sistem Pembelajaran Daring di UNSOED ini merupakan suatu prioritas. Hal ini sebagai jawaban atas tantangan memasuki era Revolusi Industri 4.0. “Materi yang akan disampaikan oleh pemateri diharapkan tidaklah menjadi pengetahuan saja tetapi menjadi suatu program yang dapat segera dilaksanakan dan disiapkan dalam pembelajaran mata kuliah menggunakan sistem Daring. Selain itu juga para peserta Bintek bisa menjadi pionier bagi para dosen pengampu mata kuliah yang lain saat kembali ke universitas masing-masing”, harapnya.
Selanjutnya dalam sesi pemaparan para pemateri menyampaikan terkait peran e-learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0, dimana teknologi membantu dalam memfasilitasi proses pembelajaran dan meningkatkan kinerja proses pembelajaran. Sistem pembelajaran jarak jauh melalui berbagai media komunikasi para mahasiswa akan lebih mandiri, belajar dimana saja/kapan saja, dan berbasis dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Sumber : unsoed.ac.id

Kamis, 17 Oktober 2019

Optimalisasi SPADA di UBD Palembang

Bidang PJJ dan MOOC APTIKOM menyelenggarakan Seminar PJJ, MOOC dan LSP APTIKOM tahun 2019 yang kedua. Acara yang diselenggarakan dengan host Universitas Binadarma Palembang dan dilaksanakan di Kampus UBD Palembang pada tanggal 16 September 2019. Seminar diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari Ketua Yayasan, Pimpinan Perguruan Ttinggi, Ketua Program Studi, Divisi e-learning dan dosen dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Acara di buka oleh Ketua Bidang Otonom, AT Hanuranto, MT., pria yang akrab dipnggil “Pak AT” dalam sambutannya mengatakan bahwa acara tersebut merupakan rangkaian dari ekosistem bagi tranformasi pembelajaran digital. Kedepan Aptikom di harapkan menjadi traffic aggregator atau clearing house bagi credit earning bahkan bagi sertifikasi kompetensi.
Pada kegiatan ini hadir oleh Ketua LLDIKTI Wilayah Sumatra. Pembicara dari yaitu Tim PJJ dan MOOC APTIKOM yaitu Dr. Kusrini, M.Kom, Rangga Firdaus, M.Kom dan Nurul Hidayat, M.Kom. Tim PJJ dan MOOC APTIKOM membahas tentang dukungan pembelajaran online yang disediakan APTIKOM baik untuk PJJ maupun MOOC. Tim juga membahas peluang kerjasama perguruan tinggi dengan APTIKOM dalam menyelenggarakan pembelajaran online. Pada seminar ini juga hadir Tim LSP Informatika yang menceritakan keperluan dan peluang kolaborasi pembelajaran online dengan memanfaatkan MOOC APTIKOM yang beralamatkan di mooc.aptikom.or.id yang dikolaborasikan dengan uji sertifikasi kompetensi.

Rabu, 22 Mei 2019

Workshop IAPS 4.0 dan Predoctoral Bootcamp

Materi Workshop IAPS 4.0
  1. Paparan IAPS 4.0, download
  2. Panduan Penyusunan LED APS 4.0, download
  3. Panduan Penyusunan LKPS APS 4.0, download
  4. Proses Penyusunan Laporan ED APS 4.0, download
  5. Draft Matrik APS 4.0 sarjana, download
Materi Predoctoral Bootcamp
  1. Metodologi Penelitian, By Noor Akhmad Setiawan, Ph.D. download
  2. “How to Deliver a Good Research Proposal”, By Dr. Sunu Wibirama. download
  3. Text Mining, By Teguh Bharata Adji, Ph.D. download
  4. Research Landscape, By Dr. Ridi Ferdiana. download

Senin, 13 Mei 2019

Bimbingan Teknis Pelaksanaan PPG Angkatan 3 Bagi Instruktur, Admin, Dan Helpdesk

Dalam rangka pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 3 (angkatan 3), Universitas Widya Dharma Klaten (Unwidha), sebagai salah satu penyelenggara PPG dalam jabatan, melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi instruktur, admin, dan helpdesk. Bimtek dilaksanakan selama dua hari, Sabtu – Minggu, 11 – 12 Mei 2019 bertempat di Ruang Sidang Lantai 3 Gedung Rektorat. Bertindak sebagai nara sumber (1) Kasubdit Pembelajaran Khusus Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi – Uwes Anis Chaeruman, (2) dua orang TIM Teknis Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) Kemenristekdikti – M. Nur Hudha dan Nurul Hidayat.
Bimtek dibuka oleh Rektor, Prof. Dr. Triyono, M.Pd., dan dihadiri oleh seluruh pejabat rektorat, para instruktur, admin IT, dan helpdesk. Dengan Bimtek ini diharapkan dapat lebih memperlancar kegiatan PPG Bidang Studi PPKn yang diikuti oleh 25 mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia.

Minggu, 30 September 2018

Materi Technopreneurship

https://slideplayer.info/slide/1986346/

Sejarah Internet di Indonesia

Sejarah Internet Indonesia dan Para Tokoh Penggagasnya

Menurut beberapa sumber sejarah internet Indonesia dimulai sejak tahun 90′an sampai dengan sekarang mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam segi kualitas maupun kuantitas pemakaiannya. Tulisan ini akan menjelaskan secara rinci perubahan dunia internet di Indonesia dalam 2 dasawarsa ini dari berbagai sumber.

Perjalanan Sejarah Internet Indonesia dari waktu ke waktu

Tahun 1990 – 1995
Sejarah Internet Indonesia dimulai tahun 1990-an jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, di mana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa di antara para pelakunya.
M. Samik-Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan koneksi Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer dan Internet di Indonesia.
Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan sejarah internet Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul “Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio” di akhir tahun 1990 awal 1991. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989. Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, dalam sejarah internet Indonesia, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal perkembangan sejarah internet Indonesia pada tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah internet Indonesia terutama bidang komputer.
Sejarah internet Indonesia pada tahun 1994 mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekat barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Akses awal di IndoNet mula-mula memakai mode teks dengan shell account, browser lynx dan email client pine serta chatting dengan conference pada server AIX. Dalam sejarah internet Indonesia, tahun 1995 pemerintah Indonesia melalui Departemen Pos Telekomunikasi menerbitkan ijin untuk ISP yang diberikan kepada IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya dan Radnet pimpinan BRM. Roy Rahajasa Yamin.
Sejarah Internet Indonesia mulai 1995 mencatat beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, maka pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP).
Perkembangan sejarah internet yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan sejarah internet Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti warta-ecommerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com, e-commerce@itb.ac.id & i2bc@egroups.com.
7 Juni 1994 Adalah Ping Pertama ke Indonesia
7 Juni 1994, sejarah internet Indonesia diawali saat Randy Bush dari Portland, Oregon, Amerika Serikat melakukan ping ke IPTEKNET yang kemudian dilaporkan ke rekan-rekan di National Science Foundation (NSF) Amerika Serikat. Proses ini didokumentasikan di http://nsrc.org/db/lookup/report.php?id=890202377347:497424883&fromISO=ID.
Sejarah Internet Indonesia: Internet Pendidikan sejak awal merupakan inti proses perkembangan sejarah internet Indonesia. Internet adalah media untuk mentransfer informasi & pengetahuan, konsekuensinya mereka yang terdidik/berpendidikan yang akan dapat memanfaatkan Internet secara maksimal.
Awal jaringan paket radio di Bandung tahun 1993-1995, telah mulai menyambungkan sekolah-sekolah seperti STM Pembangunan di Cimahi, UNPAD, UNPAR dll menggunakan walkie talkie ke gateway di ITB. Perkembangan sejarah internet Indonesia tahun 1997 – 2000′an, Jaringan Pendidikan AI3 Indonesia barangkali merupakan jaringan Internet pendidikan skala besar yang sifatnya relatif swadaya masyarakat yang pertama beroperasi di Indonesia. Backbone antar kota menggunakan leased line dari divisi network telkom maupun VSAT dari Elektrindo Nusantara.
Tahun 2000
Sejarah Internet Indonesia mencatat di bawah kepemimpinan DR. Gatot HP yang waktu itu menjabat sebagai Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan di DIKNAS. Sekitar tahun 2000, rekan-rekan di SMK se Indonesia mulai mengembangkan Jaringan Informasi Sekolah tempat sharing pengetahuan antar guru SMK. Terutama mengandalkan mailing list dikmenjur@yahoogroups.com dimana tertulis di sejarah internet Indonesia. Tahun 2004-an, SMK mulai mengembangkan WAN KOTA yang konsepnya adalah membuat ISP kecil di sebuah kota untuk sekolah-sekolah di kota tersebut agar dapat mengakses Internet secara bersama-sama dengan biaya murah. Implementasi WAN KOTA dilakukan di sekitar 30-an kota di Indonesia. Ini merupakan sejarah internet Indonesia! Mereka yang berhasil adalah yang mempunyai SDM yang baik dengan di barengi motivasi dan semangat juang untuk membangun jaringan di kota-nya. Salah satu yang berhasil baik adalah WAN DKI di SMK Jayawisata yang dipimpin oleh Bona Simanjuntak. Tahun 2005, ICT Center dikembangkan lebih lanjut di SMK-SMK yang baik untuk menjadi pusat pelatihan IT bagi kalangan pendidikan maupun masyarakat umum di sebuah kota. Lagi-lagi SMK Jayawisata di Kali Malang Jakarta Timur di bawah pimpinan Bona Simanjuntak menjadi salah satu ICT Center terbaik di Indonesia dan masuk dalam catatan sejarah internet Indonesia.
Di luar jawa, yang paling aktif mungkin rekan-rekan di Sulawesi berpusat di LPMP Makassar dimotori oleh Khalid Mustafa.
Telkom menyadari pentingnya literasi Internet dan komputer di kalangan anak muda Indonesia yang menentukan masa depan Indonesia dan tentunya pasar Internet Indonesia. Tahun 2004, Telkom mulai mencanangkan program Internet Goes to School (IG2S) yang di pertengahan 2004 dimulai dengan program workshop / pelatihan Internet gratis di berbagai kota di seluruh Indonesia oleh DIVRE-DIVRE Telkom yang membuat ratusan ribu pelajar, guru bahkan mahasiswa Indonesia menjadi tahu sejarah internet Indonesia.
Kemudian sejarah internet Indonesia dilanjutkan di tahun 2005, beberapa DIVRE Telkom juga melakukan manouver untuk memberikan pinjaman lunak ke sekolah-sekolah yang ingin membangun laboratorium Komputer di sekolah.

Pelaku Sejarah Internet Indonesia

Ada beberapa ciri khas yang dapat disimak dari para pelaku Sejarah Internet Indonesia,
Umumnya para aktor sejarah internet Indonesia aktif melakukan kontribusi dalam skala nasional pada usia 30-45 tahun. Umumnya pemimpin di masyarakat atau lingkungannya. Sebagian merupakan pemimpin informal tanpa kedudukan & jabatan yang formal.
Umumnya mereka adalah rakyat biasa, bukan pejabat pemerintah. Kadang kala aktifitasnya tidak didukung pemerintah. Lebih sial lagi, kadang kala ada yang di “claim” sebagai keberhasilan oleh pemerintah, sebuah cara memutarbalikan sejarah internet Indonesia.
Beberapa tokoh dan pelaku Sejarah Internet Indonesia dan kontribusinya adalah:
  1. Adi Nugroho, Founder Muslim Hackers dan moderator mailing list Yogyafree salah satu komunitas Hacker Indonesia yang cukup aktif.
  2. Anton Raharja, orang di balik operasional-nya VoIP Rakyat[1] dan SourceForge Indonesia [2]. Salah satu programmer open source yang handal dan banyak berkontribusi di SourceForge[3].
  3. Arman Yusuf, seorang aktifis Amatir Radio dengan callsign YB0KLI menjadi kontroversial karena membangun dan memperkenalkan eQSO di Amatir Radio Indonesia yang merelay percakapan di radio melalui berbagai gateway di Internet.
  4. Bambang Dwi Anggono, PDE Pemkab Kebumen, berhasil membawa inisiatif berbasis komunitas ekebumen menjadi finalis stockholmchallenge award 2006 dan menjadi inspirasi di berbagai inisiatif egovernment berbagai pemkab.
  5. Barata W. Wardhana, mantan ketua INDOWLI. Banyak melakukan negosiasi dengan POSTEL untuk masalah frekuensi Internet.
  6. Basuki Suhardiman, orang nomor satu di operasional Internet ITB & jaringan perguruan tinggi Indonesia. Orang dibalik operasinalnya IT KPU pada saat PEMILU 2004 & mengkoordinir 17000 relawan IT data entry PEMILU 2004.
  1. Bona Simanjuntak, Mantan guru SMK. Mantan pemimpin di Jaringan Informasi Sekolah (JIS), ICT Center, WAN DKI.
  2. Budi Raharjo, dosen ITB. Pendiri ID-CERT. Pernah menjadi Country Code Top Level Domain ccTLD.id antara 1998 – 2005, sebelum diberikan kepada Dep KOMINFO di tahun 2005-2006.
  3. Budi Putra, Blogger Profesional. Mendedikasikan dirinya sebagai Blogger dan memberikan warna & arah sebagai profesional Blogger bahkan Video Blogging yang jarang ada di Indonesia. Pendiri http://www.i-teve.com yang barangkali merupakan TV komunitas Indonesia pertama di Internet.
  4. Dani Firmansyah, juga dikenal sebagai //xnuxer//, tokoh dunia hacker Indonesia. Pernah membobol Web KPU pada Pemilu 2004 & dipenjara selama beberapa bulan. Aktif menyebarkan ilmu & roadshow untuk memintarkan orang Indonesia khususnya bidang network security.
  5. Deddi, Aktif mensosialisasikan Sistem Operasi Open Source PINUX. Tahun 2005, WARNET tempat beliau bekerja Pointer di Semarang dibangkrutkan oleh Aparat.
  6. Donny B.U., Berawal sebagai wartawan IT detik.com. Aktifis komunitas IT, memimpin pergerakan turun gunung ke sekolah/pesantren, membidani groups.or.id, mendorong Sekolah Anak Jalanan dan gerakan Internet Sehat.
  7. Enda Nasution, tokoh authoritif Blogger Indonesia.
  8. Frans Thamura, Java evangelist Indonesia.
  9. Gatot Hari Priowirjanto, dosen ITB, mantan direktur Pendidikan Menengah Kejuruan di DIKNAS. Tokoh dibalik terkaitnya 4000 SMK Indonesia ke Internet, WAN Kota, dan ICT Center di tahun 2000-2005.
  10. Gunadi, di kenal sebagai Pak Gun atau e-goen, tokoh inspirasional dibalik Wajanbolic e-goen & pancibolic e-goen untuk akses Internet wireless yang murah masuk dalam ukiran sejarah internet Indonesia.
  11. Heru Nugroho, pernah menjadi Sekjen APJII. Merupakan motor di belakang Yayasan Sekolah 2000[4] dan Yayasan Air Putih[5].
  12. I Made Wiryana, dosen Gunadharma. Pendorong Linux di Indonesia.
  13. Jim Geovedi, salah satu aktivis hacking Indonesia dan dunia. Bersama Michael Sunggiardi, pernah melakukan roadshow keliling Indonesia untuk memberikan materi keamanan teknologi informasi. Kontributor dan pendorong penggunaan sistem operasi FreeBSD dan OpenBSD. Pengelola mailinglist idfreebsd dan id-openbsd di YahooGroups.
  14. Ismail Fahmi, developer Ganesha Digital Library, pemimpin awal & pendorong sejarah internet Indonesia bidang Digital Library Network.
  15. Johar Alam, orang di balik operasionalnya IIX dan kemudian Open IX.
  16. Judith MS, pernah menjadi salah satu presidium Asosiasi WARNET Indonesia (AWARI) s/d 2007. Sangat aktif memperjuangkan kepentingan WARNET & masyarakat IT kepada pemerintah.
  17. Khalid Mustafa, guru SMK. Aktifis Jaringan Informasi Sekolah (JIS) & penggerak jaringan sekolah khususnya di Indonesia timur.
  18. Lendy Widayana almarhum, seorang tokoh sejarah internet Indonesia di balik tersambungnya Malang & Jawa Timur ke Internet. Salah seorang pendorong di balik terbentuknya SDM Militan di Yayasan AirPutih dan INDOWLI.
  19. Merry Magdalena, Jurnalis, Pendiri Mailing List technomedia@yahoogroups.com, Pendiri situs NetSains.
  20. Michael Sunggiardi, direktur BONET. Penggagas dan implementor RT/RW-net di Bogor. Sangat aktif mengadakan roadshow untuk memperkenalkan penggunaan IT pada masyarakat.
  21. Nurul Hidayat, Ketua Program Teknik Informatika UNSOED. Pionir JIS dan Aktifis JII (Jaringan Informasi Islam).
  22. Onno W. Purbo, mantan dosen ITB. Pembangun gateway Internet ITB & Jaringan AI3 Indonesia. Aktif menulis buku & memberikan ilmu IT pada masyarakat Indonesia.
  23. PY Adi Prasaja, orang yang banyak berkontribusi waktu dan pengetahuannya dalam mengoperasikan server groups.or.id.
    Rahmat M. Samik-Ibrahim, Direktur VauLSMorg. Pernah mengelola jaringan di Universitas Indonesia[9] antara 1990-1996; serta pernah mengelola Domain Tingkat Tertinggi (Top Level Domain) “ID” antara 1993-1998.
  24. Romi Satrio Wahono, penggerak ilmukomputer.com. Membuka akses masyarakat pada Ilmu Komputer.
  25. Rusmanto, redaktur majalah InfoLinux. Aktif membagikan ilmu tentang open source dan Linux.
    Ruth Marja, Aktifis Kelompok Linux Cewek (Kluwek). Sejak mahasiswi sekitar tahun 2004-2009-an di President University merupakan aktifis Open Source & sejak itu banyak menggerakan aktifitas Linux di tanah air.
  26. M. Salahuddien, biasa dipanggil Didien, aktifis AWARI, salah satu pendiri INDOWLI, pernah menjadi salah satu koordinator Yayasan Air Putih. Terakhir menjadi wakil ketua ID-SIRTII.
  27. Sanjaya, mantan direktur P.T Indo Internet, ISP komersial pertama Indonesia. Salah satu pendiri APJII. Bekerja di APNIC di Australia.
  28. Susanto, juga dikenal sebagai //S’to//, tokoh dunia hacker Indonesia. Penulis buku hacking. Pembina dan moderator mailing list hacker & network security terbesar jasakom-perjuangan@yahoogroups.com (My Boss).
  29. Srilokopolo, Staff Telkom Multimedia, orang yang membidani situs OpenSource.TelkomSpeedy.com termasuk SpeedyWiki.
  30. Valens Riyadi, direktur Mikrotik Indonesia, pendiri Fotografer.Net, aktifis APJII Jogjakarta, anggota dewan penasehat Airputih.
(sumber: http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/) sejarah internet Indonesia.

Jaringan Internet Pondok Pesantren, Masjid & Madrasah.


Sesuatu yang ambisius, ber-idealisme tinggi & hampir mustahil membangun jaringan pesantren, masjid & madrasah di Indonesia. Apalagi jika dilakukan secara swadaya masyarakat tanpa utang ke Bank Dunia, ADB & IMF. Ternyata sesuatu yang beridealisme tinggi & mustahil ini dilakoni secara serius oleh rekan-rekan Pusat Teknologi Tepat Guna yang di singkat PUSTENA dari Masjid Salman, Institut Teknologi Bandung ITB dengan markas virtual di pustena@tpb.itb.ac.id. PUSTENA SALMAN ITB telah 2-3 tahun belakangan ini turun ke daerah khususnya di sekitar Bandung untuk mencoba membangun Jaringan Pondok Pesantren.

Agak berbeda dengan mahasiswa lain yang lebih suka ber-advokasi / demonstrasi, rekan mahasiswa PUSTENA SALMAN ITB – tanpa banyak bicara turun ke lapangan membantu pondok pesantren di sekitarnya. Diantara mereka motor penggerak yang  cukup aktif adalah Arief Wiryanto (arief@isnet.itb.ac.id) dan Soni Setia Nugraha (soni@plank.fi.itb.ac.id) yang kedua-nya sekarang sudah meraih gelar sarjana S1 ITB dan sampai sekarang masih konsisten untuk meluangkan sebagian waktunya untuk membantu pondok pesantren.

Soni termasuk aktif turun ke pondok pesantren di sekitar Garut & Pangalengan. Awalnya barangkali sederhana sekali – Soni dkk melihat kenyataan banyak santri di pondok-pondok tersebut ternyata harus mampu meng-hidup-i diri mereka sendiri (terutama jika orang tuanya kurang mampu) apakah itu dengan bercocok tanam, berkebun, memelihara ikan di kolam membuat kerajinan tangan dll. Selama ini pondok-pondok tersebut dan santri-nya harus tergantung pada para tengkulak untuk menjual hasil bumi / perternakan / perikanan-nya. Akibatnya harga di pihak petani / santri menjadi sangat kecil. Begitulah kenyataan yang menyedihkan yang ada di daerah.

Pondok umumnya mempunyai lahan binaan yang cukup luas bahkan ada yang mempunyai lahan 100 hektar. Memang pengetahuan bercocok tanam maupun pengetahuan pasar sangat minim, sampai-sampai pengurus pondok ada yang pernah bertanya pada Soni dkk kira-kira bunyinya “Nak Soni ini ada lahan - tolong beritahu kami, sebaiknya menanam apa hari ini supaya bisa untung?”. Pertanyaan yang sederhana memang, tapi sulit menjawabnya – karena dibutuhkan pengetahuan pertanian yang mendalam. Soni dkk bahkan sempat membantu beberapa pondok untuk berternak ikan Lele karena pangsa pasar Lele ternyata cukup besar di kota Bandung.

Karena adanya perbedaan jarak yang cukup jauh antara pondok dengan rekan-rekan PUSTENA SALMAN ITB, selama itu komunikasi dilakukan melalui SLJJ & FAX sehingga sangat memakan biaya. Akibatnya mulai timbulah ide untuk mencoba menggantikan SLJJ & FAX menggunakan fasilitas Internet yaitu e-mail. Jadi Internet sebetulnya digunakan untuk membuat proses komunikasi menjadi lebih murah (atau tepatnya - jauh lebih murah lagi). Awal-nya Soni dkk mencoba menggunakan teknologi packet radio, ternyata tidak mudah juga. Setelah sarasehan dengan para ajengan di tasikmalaya bulan Oktober 1999 yang lalu yang di prakarsai oleh Mba Leonie (mccool@bdg.centrin.net.id) mahasiswi S2 Studi Pembangunan ITB, tampaknya teknologi warung internet yang memungkinkan iuran secara bersama yang murah menjadi sebuah alternatif yang menarik untuk di implementasi di pondok-pondok karena dapat mengembalikan modal investasi warung internet dengan pasti.

Transaksi / interaksi yang dilakukan di tingkat pesantren ini cukup banyak, baik yang sifatnya untuk kepentingan pengetahuan maupun transaksi “dagang” untuk dapat hidup. Jangan berfikir pondok menggunakan e-commerce seperti Amazon.com, wah itu masih jauh dari impian. Internet digunakan hanya sebagai pengganti SLJJ & FAX dalam proses transaksi “dagang”. Jadi tetap kepercayaan & tali silaturahmi yang erat di pegang di antara orang / pelaku transaksi. Dan ini relatif cukup berhasil, artinya ya karena Internet lebih murah ya akhirnya dipakai untuk menggantikan FAX & SLJJ yang lebih mahal – sesederhana itu pola yang digunakan.

Untuk memfasilitasi proses transaksi “dagang”dari pondok pesantren supaya pondok dapat hidup. Arief , Soni dkk sejak 1-2 tahun yang lalu telah membangun fasilitas diskusi di Internet di lokasi virtual wong-cilik@isnet.itb.ac.id. Kebetulan anggotanya bukan hanya sekedar dari dunia pesantren tapi juga dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan dunia Agribisnis.

Dari pengalaman saya berinteraksi dengan para Ajengan di Pondok Pesantren khususnya di kesempatan sarahsehan di Tasikmalaya, umumnya para Ajengan tahu bahwa ada dunia maya / dunia informasi Internet. Terima kasih, media massa cukup berhasil dalam meng-edukasi bangsa Indonesia dalam hal ini. Memang sebagian belum pernah melihat bentuk Internet itu seperti apa. Peralatan apa saja yang dibutuhkan. Walaupun di pondok umumnya ada komputer & telepon, umumnya para ajengan masih kurang mengetahui bagaimana menyambungkan modem ke komputer dan telepon agar dapat masuk ke dunia maya – sesederhana itu. Kesenjangan teknologi ini juga kemudian mendorong kelompok seperti Computer Network Research Group (CNRG) ITB menulis berbagai artikel & buku-buku seperti TCP/IP & Teknologi Warung Internet untuk memberdayakan bangsa di bidang teknologi informasi.

Selanjutnya mungkin kita ingin melihat Internet sebagai media tranfer ilmu pengetahuan. Nah hambatan apa yang mungkin akan di hadapi di pondok? Kebanyakan pondok pesantren sifatnya konservatif, artinya segala sesuatu harus melalui Pak Kiai / Ajengan pondok tersebut. Bayangkan kalau Internet masuk ke pondok untuk memberdayakan santri – tentunya ada pola belajar mengajar yang tradisional yang bergeser. Walaupun banyak pondok pesantren konservatif, tampaknya saat ini ada beberapa Ajengan di Pondok Pesantren yang progresif & kebetulan saya mengenal di antara-nya adalah KH. Asep A. Maoshul Affandy (m-huda@tasikmalaya.wasantara.net.id) dari Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya Tasikmalaya yang sangat aktif berkomunikasi melalui e-mail di Internet dan mempunyai wawasan yang terbuka untuk kemajuan. Tentunya harapan kita semua agar proses keterbukaan ini terus berkembang di pondok pesantren maupun di Indonesia pada umumnya untuk kemajuan bangsa ini.

Saat ini, Arief & Soni dkk di dukung oleh Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) Jawa Barat dan rekan-rekan di banyak kota dan banyak negara sekarang ini membangun media interaksi - Jaringan Informasi Islam (JII@isnet.itb.ac.id) sebagai forum komunikasi para pendukung jaringan informasi islam. Contohnya rekan Rurun Karma rkarma@aol.com di Amerika Serikat aktifis Indonesian Muslim Community in New York (INMUCONY) yang anggota mailing list JII aktif mengumpulkan bantuan PC yang tidak terpakai untuk di sebarkan di pondok pesantren di Indonesia.

Salah satu kegiatan pertemuan yang paling dekat di akhir bulan Desember 1999 yang juga berkaitan dengan pembangunan jaringan informasi islam / masjid akan dilakukan adalah di Purwokerto dalam kerangka membangun jaringan informasi masjid dan di organize oleh Pak Nurul Hidayat (nurul@puskom.unsoed.ac.id) yang juga aktif di Pusat Komputer UNSOED, Purwokerto. Konsep bagaimana me-manage pengetahuan diantara masjid / pondok pesantren yang prototipe-nya di kembangkan di Masjid Salman ITB oleh rekan-rekan Knowledge Management Research Group (KMRG) ITB dengan markas virtual di digilib@itb.ac.id yang dimotori oleh Ir. Ismail Fahmi (ismal@itb.ac.id) Insya Allah akan dicoba di ketengahkan pada kesempatan tersebut selain jaringan informasi islam.


Memang semua masih sangat dini – tapi proses ini bukan sebuah proses yang dapat di bendung dan terus berjalan secara konsisten selama 1-2 tahun belakangan. Yang perlu di catat semua-nya praktis swadaya masyarakat, tanpa utangan Bank Dunia, ADB & IMF. Dengan pembangunan pola ini bukan mustahil akar kemajuan bangsa Indonesia akan menjadi lebih kuat lagi dengan semakin berdayanya bangsa kita yang berada di daerah-daerah melalui percepatan proses pendidikan di tingkat pondok pesantren – tanpa harus memberikan beban utang & dosa ke generasi mendatang. [Onno W. Purbo] Sumber : 

Sabtu, 29 September 2018

Desain Kaos MJMD








Desain Kaos MJMD #1
https://www.customink.com/designs/mjmd1/yvs0-00bk-c08b/share?pc=EMAIL-40778&utm_campaign=shared%20design&utm_source=share%20link&utm_medium=shared%20design&utm_content=shared%20desktop

Desain MJMD #2
https://www.customink.com/designs/mjmd2/yvs0-00bk-c896/share?pc=EMAIL-40778&utm_campaign=shared%20design&utm_source=share%20link&utm_medium=shared%20design&utm_content=shared%20desktop

Nasywa

https://www.customink.com/designs/nasywa1/yvs0-00bk-cb77/share?pc=EMAIL-40778&utm_campaign=shared%20design&utm_source=share%20link&utm_medium=shared%20design&utm_content=shared%20desktop
https://www.freepik.com/free-vector/world-graphic-day-design-with-man-at-desk_2154697.htm