Tim PJJ APTIKOM

Koordinasi di Kampus STMIK AMIKOM Yogyakarta

GOWES MERDEKA 2016

Soewoek Epic Endurance Cycle (SEEC)

OCWC Global 2013

APTIKOM Indonesia

Seminar Nasional

Prodi IF UNSOED dan UNNES

Technopreneurship SAMARINDA

Bersama Civitas Akademika STMIK WICIDA dan Masyarakat Samarinda

Technopreneurship STMIK MATARAM

Mengisi Seminar di Mataram

Launching ALISLAMTV

Menebar Kebaikan, Menjalin Silaturahim

Al Qur'an Metode Follow the Line

Anda ingin membutuhkan menulis Al Qur'an Hubungi Kami Yayasan Menulis Al Qur'an Yayasan Yasin Amal

Sabtu, 12 Desember 2020

Workshop AI

 ENHA - Bersama Prof Winus saya mengikuti training beliau.

salah satu hasil praktek :

https://colab.research.google.com/drive/1kYfi4njzcaQBx-18bpa-K5vcm5woQYJQ?usp=sharing

https://drive.google.com/file/d/1J-Boklz5qttNRBIvlZiiY2ePWzn3SdrA/view

https://drive.google.com/drive/folders/1mLrQCMCg1u0jfFWDsLw6pJxJlxL3mhNh

https://colab.research.google.com/drive/1kYfi4njzcaQBx-18bpa-K5vcm5woQYJQ?usp=sharing










Minggu, 08 November 2020

Rakornas Aptikom Bahas Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Salah satu sesi virtual event Rakornas Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom)  adalah  Klinik dan Workshop yang diadakan pada Jumat (6/11). Kegiatan itu  dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama Klinik SPME & SPMI (LAM Infokom) dan sesi kedua Implementasi Kurikulum.

Narasumber pada sesi pertama Prof Sri Hartati dan Prihandoko  MIT, PhD. Ia mengatakan,  sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi merupakan kegiatan sistemik untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan.

“Penjaminan mutu ialah proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan pendidikan tinggi, secara konsisten dan berkelanjutan sehingga stakeholders memperoleh kepuasan,” ujar Sri dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Ia menegaskan standar pendidikan tinggi terdiri dari dua, yakni standar nasional pendidikan tinggi (SN Dikti) dan standar pendidikan tinggi yang ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi.

“Dengan Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) akan diperoleh kelayakan dan kinerja penyelenggaraan Perguruan Tinggi (PT) dan dengan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) akan diperoleh status dan peringkat akreditasi yang kesemuanya ini saling terkait dan mendukung,” katanya.

Sri menjelaskan SPMI untuk mengawasi penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi secara berkelanjutan sedangkan SPME untuk menentukan kelayakan dan tingkat pencapaian mutu program studi oleh LAM Infokom dan perguruan tinggi oleh BAN PT.

Prihandoko, MIT, PhD melengkapi materi narasumber sebelumnya dengan menjabarkan roadmap Akreditasi Perguruan Tinggi 3.0 (APT 3.0) yang terdiri dari dua bagian yakni kerangka konseptual dan struktur evaluasi diri.

“Kerangka konseptual terdiri dari evaluasi diri dan pengembangan institusi, konsep evaluasi, indikator kinerja dan kualitas, langkah-langkah penyusunan laporan evaluasi diri, pelaksanaan penyusunan laporan evaluasi diri dan atribut laporan evaluasi diri yang baik,” papar Prihandoko.

Selanjutnya, evaluasi diri harus digunakan untuk memahami dengan baik kondisi dan mutu institusi saat ini untuk digunakan sebagai landasan institusi menentukan kondisi dan mutu yang diinginkan di masa mendatang.

“Evaluasi merupakan upaya sistematik untuk menghimpun dan mengolah data dan fakta menjadi informasi yang handal dan sahih sehingga dapat disimpulkan kondisi yang benar,”  jelasnya.

Dr Mochammad Wahyudi, rektor Universitas Bina Sarana Informatika selaku moderator acara menyimpulkan paparan dari kedua narasumber bahwa pemenuhan standar pendidikan tinggi terdiri dari penetapan standar pendidikan tinggi, pelaksanaan standar pendidikan tinggi, evaluasi standar pendidikan tinggi, pengendalian standar pendidikan tinggi dan peningkatan standar pendidikan tinggi.

“Tujuan kegiatan klinik ini untuk sharing dan diskusi tentang berbagai kendala yang dihadapi dari masing-masing PT dalam menyiapkan penjaminan mutu institusi sesuai standar pendidikan tinggi dan aturan akreditasi pendidikan tinggi 3.0,” tutup Wahyudi.

Sumber : https://republika.co.id/berita/qjg7zj374/rakornas-aptikom-bahas-peningkatan-mutu-pendidikan-tinggi

Sabtu, 07 November 2020

Penutupan RAKORNAS APTIKOM 2020

 enhapreneur - Rangkaian kegiatan virtual event Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) sejak tanggal 2 – 7 November 2020. Acara itu  bertajuk ‘Mewujudkan SDM Unggul Melalui Kolaborasi Smart Campus dengan Stakeholders dalam Menerapkan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka’. Berakhir dengan Sukses.  kegiatan Rakornas Aptikom ini membawa dampak positif bagi seluruh perguruan tinggi yang terkait dengan teknologi komputer di Indonesia. 

“Seluruh perguruan tinggi berkumpul bersama, memikirkan yang terbaik yakni dalam berinovasi untuk kemajuan perguruan tinggi komputer di Indonesia,” 

“Kami mulai mendukung sejak dari Konferensi Internasional, Seminar Nasional TIK (Semnastik), hingga pemberian klinik yang berisikan kumpulan para pakar yang memberikan ruang diskusi bagi seluruh anggota Aptikom untuk membahas hal-hal yang terkait dengan keseharian aktivitas kampus. Misalnya,  terkait  kurikulum, pembelajaran daring, akreditasi hingga publikasi penelitian yang berkualitas,” 

Dalam penutupan acara Ketua APTIKOM, Prof. Ucok berharap hal-hal yang telah didiskusikan sepanjang kegiatan bermanfaat untuk seluruh peserta. “Diskusi jangan hanya berhenti sampai di sini. Meskipun tidak bertatap muka, namun masih dapat dilanjutkan melalui forum diskusi di masing-masing propinsi dan bidang2x nya
”, 


Rakornas Aptikom Bahas Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Salah satu sesi virtual event Rakornas Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom)  adalah  Klinik dan Workshop yang diadakan pada Jumat (6/11). Kegiatan itu  dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama Klinik SPME & SPMI (LAM Infokom) dan sesi kedua Implementasi Kurikulum. 

Narasumber pada sesi pertama Prof Sri Hartati dan Prihandoko  MIT, PhD. Ia mengatakan,  sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi merupakan kegiatan sistemik untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan.

“Penjaminan mutu ialah proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan pendidikan tinggi, secara konsisten dan berkelanjutan sehingga stakeholders memperoleh kepuasan,” ujar Sri dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Ia menegaskan standar pendidikan tinggi terdiri dari dua, yakni standar nasional pendidikan tinggi (SN Dikti) dan standar pendidikan tinggi yang ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi.

“Dengan Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) akan diperoleh kelayakan dan kinerja penyelenggaraan Perguruan Tinggi (PT) dan dengan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) akan diperoleh status dan peringkat akreditasi yang kesemuanya ini saling terkait dan mendukung,” katanya.

Sri menjelaskan SPMI untuk mengawasi penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi secara berkelanjutan sedangkan SPME untuk menentukan kelayakan dan tingkat pencapaian mutu program studi oleh LAM Infokom dan perguruan tinggi oleh BAN PT.

Prihandoko, MIT, PhD melengkapi materi narasumber sebelumnya dengan menjabarkan roadmap Akreditasi Perguruan Tinggi 3.0 (APT 3.0) yang terdiri dari dua bagian yakni kerangka konseptual dan struktur evaluasi diri.

“Kerangka konseptual terdiri dari evaluasi diri dan pengembangan institusi, konsep evaluasi, indikator kinerja dan kualitas, langkah-langkah penyusunan laporan evaluasi diri, pelaksanaan penyusunan laporan evaluasi diri dan atribut laporan evaluasi diri yang baik,” papar Prihandoko.

Selanjutnya, evaluasi diri harus digunakan untuk memahami dengan baik kondisi dan mutu institusi saat ini untuk digunakan sebagai landasan institusi menentukan kondisi dan mutu yang diinginkan di masa mendatang.

“Evaluasi merupakan upaya sistematik untuk menghimpun dan mengolah data dan fakta menjadi informasi yang handal dan sahih sehingga dapat disimpulkan kondisi yang benar,”  jelasnya.

Dr Mochammad Wahyudi, rektor Universitas Bina Sarana Informatika selaku moderator acara menyimpulkan paparan dari kedua narasumber bahwa pemenuhan standar pendidikan tinggi terdiri dari penetapan standar pendidikan tinggi, pelaksanaan standar pendidikan tinggi, evaluasi standar pendidikan tinggi, pengendalian standar pendidikan tinggi dan peningkatan standar pendidikan tinggi.

“Tujuan kegiatan klinik ini untuk sharing dan diskusi tentang berbagai kendala yang dihadapi dari masing-masing PT dalam menyiapkan penjaminan mutu institusi sesuai standar pendidikan tinggi dan aturan akreditasi pendidikan tinggi 3.0,” tutup Wahyudi.



Klinik MOOC APTIKOM

 ENHA - 4 Klinik dalam Rakornas APTIKOM 2020 antara lain MOOC APTIKOM 2020


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rangkaian kegiatan virtual event Rakornas Aptikom (Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia)  tahun 2020 hari keenam, Sabtu (7/11) diisi  Klinik: Massive Open Online Course (MOOC) Aptikom bertajuk ‘Open Education untuk mendukung implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka’.

Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai co-host utama diberikan tugas oleh Aptikom untuk mengadakan kegiatan ini sejak 2 – 7 November 2020.

Di hari terakhir rangkaian kegiatan virtual event Rakornas Aptikom 

MOOC Aptikom yang dimulai sejak pukul 09.00 – 12.00 WIB ini dipandu oleh Dr. Nurul Hidayat dan menghadirkan narasumber yakni Dr Kusrini dan Rangga Firdaus. MOOC Aptikom ini selain dilangsungkan melalui zoom cloud meetings, juga ditayangkan secara live di channel youtube Aptikom TV.

Rangga Firdaus sebagai narasumber kedua MOOC Aptikom ini menjelaskan bahwa pendidikan di Indonesia dahulu layaknya kapal yang berlayar, aman dan tenang dengan menikmati matahari terbenam ditemani burung-burung yang terbang melintas.

“Namun, kini pendidikan di Indonesia berubah, sedang dihantam badai dan ombak besar. Ini yang perlu dilihat, bahwa tidak semudah itu mengajar dalam pembelajaran daring. Tetapi ada yang ingin saya sampaikan bahwa kapal itu menjadi wadah kita. Maka kita harus bersama menyatukan frekuensi, tujuan dan percayai nahkoda sebagai pemimpin kita. Kita harus memiliki komitmen yang kuat, bukan malah cakar-cakaran antarpelaku pendidikan,” tuturnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Dalam menghadapi pengajaran secara daring, kata dia,  pilihannya hanya dua, yakni tenggelam atau menyelam. “Apakah kita harus memilih tenggelam atau menyelam? Kita mengajak untuk menyelamatkan yang tenggelam saja, kita akan terbunuh,” ungkapnya.

Ia menegaskan bagi pelaku pendidikan, bahwa yang sudah tahu akan ilmu pengajaran daring harus tahu ilmu pelaku pendidikan yang belum seberapa hingga akhirnya tenggelam. “Jika ada orang tenggelam dalam keilmuan pengajaran secara daring, kita harus menyelamatkannya dengan jiwa dan raga. Jangan berpikir mereka yang tenggelam akan membunuh kita,” katanya.

Perbedaannya pelaku pendidikan yang paham pengajaran secara daring akan menyelam. Sama-sama di dalam lautan tetapi berteman dengan lautan bukan dikuasai oleh lautan atau dibatasi dengan pengajaran secara daring.

“Kita harus bersikap secara profesional dalam menghadapi pengajaran secara daring. Sebagai pelaku pendidikan kita harus bisa introspeksi dahulu. Mau pilih tenggelam atau menyelam?,” jelas Rangga yang merupakan dosen Universitas Lampung.

Tujuan pelaku pendidikan yakni belajar tentang optimasi pengajaran daring dan mengetahui indikator pembelajaran daring di sebuah institusi Perguruan Tinggi hingga dikatakan baik.

“Kita sebagai pelaku pendidikan harus memahami ‘yang baik’ dan bagaimana cara pemanfaatannya,” ujarnya.

Setelah mengetahui indikator yang dapat dikatakan baik, selanjutnya pelaku pendidikan harus bisa mengoptimalkan sebuah pembelajaran daring di Perguruan Tinggi masing-masing.

“Selanjutnya, setiap Perguruan Tinggi harus dapat menganalisa skala prioritas dalam hal untuk mengoptimalkan pembelajaran di Perguruan Tinggi. Setiap perguruan tinggi seharusnya bisa mengurutkan prioritas yang harus diurutkan dari nomor satu hingga terakhir agar setiap pelaku pendidikan baik tenaga pengajar dan Perguruan Tinggi tidak tenggelam dengan konsep pengajaran secara daring tersebut,” tandasnya.


Sumber : https://republika.co.id/berita/qjgb9n374/pelaku-pendidikan-pengajaran-daring-harus-mampu-menyelam

Rakornas APTIKOM 2020 - Rakornas APTIKOM Tahun 2020 Berlangsung Secara Virtual

 ENHA - Acara Rakornas APTIOM 2020 berlangsung selama 6 Hari dari tanggal 2- 7 Nopember.

Medan (7/11), Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer (APTIKOM) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tahun 2020 secara Virtual ditengah Pandemi Covid-19. Rakornas APTIKOM dilaksanakan pada tanggal 2 – 7 November 2020 dengan tema ‘Mewujudkan SDM Unggul melalui Kolaborasi Smart Campus dengan Stakeholders dalam Menerapkan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka’ melalui aplikasi Zoom Meeting dan disiarkan streaming melalui Youtube. Prof. Dr. rer. nat. Achmad Benny Mutiara, selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan Rakornas yang diselenggarakan selama sepekan diisi oleh berbagai kegiatan diantaranya Intenational Conference on Informatics and Computing (ICIC 2020), Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SEMNASTIK 2020), Workshop SPMI/SPME, Implementasi Kurikulum Kampus Merdeka – Merdeka Belajar, MOOC APTIKOM, dan Workshop Penelitian dan Publikasi Bereputasi. “Jumlah peserta yang mendaftar secara komulatif mencapai 1.700 peserta untuk beragam kegiatan selama sepekan” ujarnya.

Kegiatan dimulai dengan sambutan Ketua APTIKOM Prof. Zainal A. Hasibuan, atau lebih dikenal dengan Prof. Ucok. “Kegiatan Rakornas kali ini merupakan kegiatan Rakornas virtual yang pertama yang dilakukan oleh APTIKOM dikarena kondisi Covid-19, dan saya mengharapakan menjadi kegiatan Rakornas virtual terakhir yang diselengarakan oleh APTIKOM”, ujar Prof. Ucok dalam sambutannya. Prof. Ucok juga menyampaikan bahwa ada 3 kata kunci yang menjadi concern pada tema Rakornas tahun ini yakni SDM unggul, Kerjasama kampus dengan stakeholders, dan merdeka belajar. Pembukaan Rakornas, ICIC 2020 dan SEMNASTIK 2020 secara resmi dilakukan oleh Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., selaku Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan didampingi oleh Prof. Ucok selakuk Ketua APTIKOM, Prof. Benny selaku Sekjend APTIKOM, Prof. Eko Indrajit selaku Penasehat APTIKOM dan Prof. Budi Jatmiko yang merupakan Ketua Umum APTISI. 

Pada Rakornas APTIKOM tahun ini delegasi dari APTIKOM Provinsi Sumatera Utara diwakili oleh anggotanya yang berasal dari beragam perguruan tinggi. Institusi yang mengirimkan delegasi dari APTIKOM Provinsi Sumatera Utara diantaranya STMIK Mikrosil yang juga merupakan Co-Host pada Rakornas APTIKOM dengan wakil terbanyak dari APTIKOM Sumut, Universitas Sumatera Utara, Universitas Pembangunan Panca Budi, UNIKA Santo Thomas, Universitas Methodist Indonesia, UNPRI, UPH Medan, Politeknik Negeri Medan, Politeknik Penerbangan dan STIKOM Tunas Bangsa.

Pada Sesi Laporan Klaster DPP & APTIKOM Provinsi, APTIKOM Provinsi Sumatera Utara diwakili oleh Dr. Muhammad Iqbal, M.Kom selaku Sekretaris APTIKOM Prov. Sumut. Dalam paparannya, Dr. M. Iqbal melaporkan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh APTIKOM Sumut yang masih belum genap 1 tahun terpilih. Kegiatan yang telah dilakukan diantaranya rapat pembentukan pengurus APTIKOM Sumut periode 2019-2020 yang dilaksanakan di Universitas Methodist Indonesia, pelantikan pengurus APTIKOM Sumut periode 2019-2023 yang dilaksanakan di Universitas Prima Indonesia, Pelaksanaan Webinar Penulisan Buku Ber-ISBN, Webinar Sosialisasi Akreditasi BAN-PT di Era Normal Baru dan Webinar Teknik Penulisan Paper Bereputasi.

Dr. Poltak Sihombing selaku ketua APTIKOM menyampaikan bahwa Rakornas ini sangat penting untuk Program Studi dan Institusi yang menjadi anggota APTIKOM. “Pelaksanaan Rakornas Tahun ini Mantap, Salut buat Panitia”, paparnya saat diminta kesan tentang pelaksanaan Rakornas tahun ini. Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Muhammad Iqbal selaku Sekretaris APTIKOM Sumut. “Menurut saya acara Rakornas tahun ini sangat unik dan menarik, unik karena sebelumnya belum pernah dilakukan seperti ini, menarik karena meskipun dilakukan secara virtual tapi tetap meriah dan rasa kekeluargaan masih terasa kental bagi para Aptikomers meskipun berjumpa hanya melalui dunia maya”, paparnya saat diminta testimonisnya. “Semoga pandemic Covid-19 cepat berlalu dan kita dapat melakukan Rakornas secara langsung di Gorontalo tahun depan”, harapnya.

Bapak Indra Kelana Jaya, M.Kom., salah satu peserta klinik SPMI/SMPE yang berasal dari Universitas Methodist Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat sehingga kita bisa melakuka perbaikan mutu secara berkelanjutan. “Apresiasi kepada APTIKOM yang telah melahirkan LAM INFOKOM, kiranya APTIKOM makin jaya dan makin banyak sharing ilmu kepada anggota APTIKOM diseluruh daerah di Indonesia”, lanjutnya.

Kegiatan Rakornas APTIKOM tahun 2020 resmi ditutup oleh Ketua APTIKOM Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D., pada hari ini, Sabtu pukul 16.15. “Terima kasih saya sampaikan kepada seluruh panitia yang telah berkerja demi suksesnya pelaksanaan Rakornas APTIKOM secara virtual yang dilaksanakan selama 6 hari ini. Terima kasih juga kepada semua anggota APTIKOM yang berpastisipasi pada kegiatan Rakornas ini” ujar Prof. Ucok pada penutupan Rakornas tahun ini. Seluruh kegiatan Rakornas APTIKOM tahun ini juga dapat disaksikan melalui kanal Youtobe APTIKOM TV. (JML)


Sumber : http://aptikomsumut.org/berita/detail/rakornas-aptikom-tahun-2020-berlangsung-secara-virtual

Workshop "Machine Learning"

 


Pendaftaran Workshop & Tutorial : "Machine Learning"

Terima kasih telah mengisi form pendaftaran Workshop & Tutorial : "Machine Learning" Oleh Prof. Dr. Wisnu Jatmiko

Link Zoom akan dibagikan H-1 Acara.
Untuk mendapatkan Link Zoom silahkan bergabung WAG dibawah ini :

http://bit.ly/WAGMachineLearning

Acara juga akan di stream melalui official account youtube PENSTV.

Informasi lebih lanjut bisa menghubungi CP yang tertera di poster acara.

Senin, 19 Oktober 2020

ZOOMCAST bersama 34 Ketua APTIKOM Propinsi

 ENHA GALLERY


APTIKOM Propinsi Gorontalo - Karim Jorry
APTIKOM Propinsi Gorontalo - Karim Jorry


Pendadaran Online IF Unsoed

 Enha- Menguji nanda 9 Okt 2020






Motivasi MABA UNSIQ bersama Ustadz Wijayanto

 ENHA - Undangan Daring kali ini ke Wonosobo memberikan Motivasi kepada MABA UNSIQ.












ZOOMCAST#1 ENHA - EKOJI "Technopreneurship"

ENHA - Membersamai Prof Ekoji dalam ZppmCast dengan tema Technopreneurship