Pengembangan Metaverse Sebagai Sarana Promosi Destinasi Wisata Berbasis Komunitas Dalam Rangka Meningkatkan Animo Kunjungan Wisatawan Millenial

1 minute read


Pengembangan metaverse dapat menjadi sarana promosi destinasi wisata yang efektif untuk menarik minat wisatawan millenial. Metaverse merupakan dunia virtual yang dapat diakses oleh pengguna melalui perangkat komputer atau gadget. Di dalam metaverse, pengguna dapat mengakses berbagai fitur dan konten yang berbeda seperti game, konser musik, acara olahraga, dan lain sebagainya.

Dalam konteks pariwisata, metaverse dapat digunakan sebagai sarana promosi destinasi wisata. Destinasi wisata dapat diwujudkan dalam bentuk lingkungan virtual yang menyerupai lokasi aslinya, dan pengguna dapat mengakses dan menjelajahi destinasi tersebut secara virtual. Dalam lingkungan virtual ini, pengguna dapat berinteraksi dengan objek atau elemen lingkungan, melihat dan mendengar suara lingkungan, dan berinteraksi dengan pengguna lainnya yang juga hadir dalam lingkungan tersebut.

Untuk meningkatkan animo kunjungan wisatawan millenial, pengembangan metaverse harus dilakukan secara berkelanjutan dan dengan melibatkan komunitas wisatawan dan pengguna metaverse itu sendiri. Komunitas ini dapat berperan sebagai pengguna awal atau early adopter yang membantu mempopulerkan penggunaan metaverse untuk promosi destinasi wisata. Pengembangan metaverse juga dapat diintegrasikan dengan promosi dan branding destinasi wisata di media sosial seperti Instagram, Tiktok, atau Youtube untuk menjangkau lebih banyak wisatawan.

Selain itu, pengembangan metaverse dapat menyediakan berbagai fitur dan konten menarik yang dapat menarik minat wisatawan millenial, seperti event virtual yang melibatkan artis atau selebritas, game atau challenge yang berhubungan dengan destinasi wisata, atau pengalaman virtual reality yang mendekati pengalaman wisata asli. Dengan demikian, pengembangan metaverse dapat menjadi sarana promosi destinasi wisata yang inovatif dan efektif untuk menarik minat wisatawan millenial.